SISTEM
INFORMASI PSIKOLOGI
A. SISTEM
1. Pengertian
Sistem
Secara
klasikal, system berarti susunan yang teratur dari pandangan, teori, asa dan
sebagainya. Dengan kata lain, system adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri
dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu
tujuan dalam suatu lingkungan kompleks.
Sedangkan
pengertian system menurut para ahli adalah :
a. Murdick
dan ross (1993) mendefinisikan system sebagai seperangkat elemen yang
digabungkan satu dengan yang lainnya untuk suatu tujuan bersama.
b. Menurut
Scott (1996), system terdiri dari unsur-unsur seperti masukan (input), pengolahan (processing), serta keluaran (output).
c. Mc.
Leod (1995) mendefinisikan system sebagai sekelompok elemen-elemen yang
terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tuuan.
Sifat-sifat dari suatu
system, antara lain :
a.
Pencapaian tujuan, orientasi pencapaian
tujuan akan memberikan sifat dinamis kepada system, memberi ciri perubahan yang
terus menerus dalam usaha mencapai tujuan.
b.
Kesatuan usaha, mencerminkan suatu sifat
dasar dari system, dimana hasil keseluruhan melebihi dari jumlah
bagian-bagianya atau sering disebut konsep sinergi
c.
Keterbukaan terhadap lingkungan,
lingkungan merupa sumber kesempatan maupun hambatan pengembangan.
d.
Transformasi, merupakan psoses perubahan
input menjadi output yang dilakukan oleh system
e.
Hubungan antarbagian, kaitan antara
subsistem inilah yang akan memberikan analisis system, atau dasar pemahaman
yang lebih luas.
f.
System ada bergai macam, antara lain
system terbuka, system tertutup, dan system dengan umpan balik.
g.
Mekanisme pengendalian, mekanisme ini
menyangkut system umpan balik yang merupakan suatu bagian yang memberikan
informasi kepada system mengenai efek dari perilaku system terhadap pencapaian
tujuan atau pemecahan persoalan yang dihadapi.
B. INFORMASI
1. Pengertian
Informasi
Secara
harafiah kata informasi beerarti pesan, sedangkan secara maknawiah informasi
diartikan sebagai uraian berisi keterangan tentang sesuatu
(objek/peristiwa/masalah) yang disampaikan kepada seseorang atau kelompok orang
dengan tujuan agar mereka mengetahui atau memahaminya. Dalam arti luas
informasi dapat diartikan sebagai pemberitahuan, penyampaian pengumuman,
pemberian penyuluhan, pemberian pengarahan, penyajian laporan, atau sekedar
penyampaian berita.
Informasi
adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi
penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang
(Davis, 1995). Sedangkan menurut Mc Leo (1995) informasi adalah data yang telah
diproses, atau data yang memiliki arti.
C. PSIKOLOGI
1. Pengertian
psikologi
Ditinjau
dari segi ilmu bahasa, kata psikologi berasal dari kata psyche artinya jiwa dan logos
artinya ilmu pengetahuan. Jadi psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang
jiwa atau ilmu jiwa.
Beberapa
pengertian psikologi menurut tokoh:
a. Menurut
Wundt psikolog merupakan ilmu tentang kesadaran manusia. Dari batasan ini dapat
dikemukakan bahwa dalam psikologi, keadaan jiwa direfleksikan dalam kesadaran
manusia.
b. Woodworth
dan marquis memberikan gambaran bahwa psikologi mempelajari aktivitas-aktivitas
individu. Pengertian “aktivitas” itu luas, baik aktivitas motoric, kognitif,
maupun aktivitas emosional.
c. Menurut
Branca (1964) psikologi merupakan ilmu pengetahuantentang perilaku manusia.
d. Sedangkan
menurut Plotnik (2005) psikologi merupakan studi yang sistematik dan ilmiah
tentang perilaku dan proses mental.
D. SISTEM
INFORMASI PSIKOLOGI
Untuk memahami pengertian system informasi, harus
dilihat keterkaitan antara data dan informasi sebagai entitas penting pembentuk
system informasi. Data merupakan nilai, keadaan, atau sifat yang berdiri
sendiri lepas dari konteks apapun.
Menurut Chr. Jimmy L. Gaol (2008) sistem informasi
psikologi bertujuan mendapatkan pemahaman bagaimana manusia pembuat keputusan
merasa dan menggunakan informasi formal.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
system informasi psikologi adalah adalah
suatu system yang mampu menyediakan data-data informasi yang berhubungan dengan
psikologi atau manusia. Contohnya adalah pada saat ini banyak data-data
psikologi yang dapat diperoleh dengan menggunakan peralatan-peralatan
komputerisasi seperti pemerolehan hasil tes dari IST dan PAPIKOSTIK.
DAFTAR
PUSTAKA
Eriyanto.
(2004). Teknik dan Aplikasi Pengambilan
Keputusan Kriteria Majemuk. Bogor: Grasindo.
Marimin dkk. (2006). Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya
Manusia. Bogor: Grasindo.
Fatta, H.A. (2007). Analisis & Perancangan Sistem Informasi.
Yogyakarta: Penerbit Andi.
Gaol,
C.J.L (2008). Sistem Informasi Manajemen.
Jakarta: Grasindo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar